PERIKECIL DIAKHIR PENANTIAN
By : Siti Zulaiha
WAKTU itu ,suasana pagi sangat cerah.semua burung berkicau
riang,awan putih terbentang dilangit,kendaraan hilir mudik begitu ramai.
Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah,setelah liburan
masuk kelas selama 1 bulan.hari ini aku harus bisa move on,bangkit dari
keterpurukan ku akan luka masa lalu,,dan lepas dari bayang seorang putra yang
dulu pernah menggoreskan luka pada hatiku.
Kuamati keadaan kelas,ku bingung menetukan tempat
duduk,namun akirnya aku memutuskan untuk duduk di nomor 2 dekat jendela.
Hah ternyata aku sekelas lagi dengan dera,dan titi.
“hah,sekelas lagi sama siha,bosen gua”ujar dera
“ia sama kmorang dua lagi,bosen”saut titi
“emang gua enggak”jawab ku
awal sekolah yang asyik meski belum begitu akrab
.namun,semua berusaha menyesuaikan.kami belum aktif belajar karna jenuh aku
menyegerakan pulang ke rumah.
Jenuh yang ku rasakan ,imajiku dikembalikan pada memory yang
menyakitkan,,ku coba tidak untuk meneteskan air mata,dan itu berasil.
Setelah shalat magrib ku buka jendela kamar ku,dibawah sinar
bulan,ku hitung bintang yang bertaburan di langit.lagi –lagi semua
kenangan bersama putra terngiang tanpa
penawar.sekeras mungki ku tahan aisar mata ini.ya.... aku bisa.masih teringat
jelas ketika kami menhhitung bintang bersama dan dia berkata “kamu tau enggak istimewanya bintang itu
apa”
Ku jawab dengan
senyum ku”enggak tau,mungkin karna dia indah”
“ea itu bener,tapi
ada alasan lain ,karna bintang tu istimewa meskipun dia jauh tapi dia mampu
membuat hati seseorang tenang ketika ia gundah.sama kaya kmu,kamu bukan hanya
indah tapi kamu mampu membuat hidup ku berarti ,dan aku mau kamu akan selalu jadi bintang dalam hati
aku”ucap putra dengan menatap mata ku dengan tatapan yang begitu hangat,ia
genggam tangan ku dengan penuh kelembutan.
Namun itu dulu,saat
kami masih bersama.tapi kini semua hanya sekedar lembaran novel yang telah ku
bacanovel yang dan ku ingin membaca novel yang baru.
“tidur lagi,udah
malem besok mau sekola”ucap ayah ku.
Ketika aku
terbangun,ku lihat ponsel ku berharap ada pesan dari putra,ternyata harapan ku
pupus
“astaga,lupa
gua.guakan udah putus sama putra”
Begitulah aku
menjalani hari dengan bayangan putra,aku telah terbiasa dengan putra ,terbisa
dengan kasih sayangnya,perhatianya dan sifatnya yng selalu memanjakan ku.
Kini aku harus mulai
terbiasa dengan ceritaq ku yang baru,di mana tak ada tentang putra di setiap
lembaranya “just alone no problem”.
Ini adalah hari
pertama kami belajar,seru aku bertemu denganngan berbagai jenis individu dengan berbagai jenis
karakter pula.mungkin untuk sekarang ini aku belum dapat menyesuaikan diri
dengasn teman-teman yang baru,namun lahan-perlahan ku pasti akan dapat
menyesuaikanya.
2 bulan berlalu|
kini kami mulai akrab satu sama lain.seru itulah yang kurasakan,aku merasakan suatu keseruan yang tak pernah kurasakan ketika aku duduk di kelas satu.
kini kami mulai akrab satu sama lain.seru itulah yang kurasakan,aku merasakan suatu keseruan yang tak pernah kurasakan ketika aku duduk di kelas satu.
Waktu itu,aku dan
puri ingiin keluar untuk beristirahat ,tiba-tiba saat aku ingin keluar tara
ingin masuk .
“maaf”kata tara
Tanpa ku jawab ,aku
langsung pergi.waktu itu aku tak seberapa dekat denganya,selain karna aku
pemalu dan susah untuk bergaul ,tara juga terbilang cowok yang cuek.jadi
membuat kami tak mengetahui nsatu sama lain.
“mbak,tadi malem kiki
nelpon gua udah itu dia bangunin gua”ucap puri
“o,lu suka enggak sih
sama dia sebenarnya,”
“enggak tau,gua
ngersa nyaman aja kalo deket dia.entah kenapa.padahal gua ni udah punya
cowok.semoga aja dia enggak suka sama gua dan jangan sampai dia nembak gua”
“terserah lu
aja,apapun yang trbaik menurut lu gua dukung”usul ku
Kami pun kembali ke
kelas.waktu itu suasana agak panas.kami pun memulai pelajaran bu ara,memulainya
dengan mengabsen terlebih dahulu.
“bunda ini orangnya
cemburuan,jadi bunda enggak suka jika sedang pelajaran bunda ada yang melihat
ke arah yang lain,karna bunda bpaling tidak suka jika perhatianya
terbagi.oke”kami hanya tertawa mendengar gugyonan bunda yang mengandung makna
tersebut.
Setelah bunda selesai
menjelaskan bunda pun mengadakan tes,kebetulan saat itu giliran aku dan
puri.entah apa sebabnya dengan spontan aku melihat ke belakang dan tersenyum
kepada tara dan tara pun kembali tersenyum kepadaku.itu adalah kali pertamanya
aku tersenyum denganya.
Bel pun berbunyi,kami
pun pulang.aku jalan dengam mita.ku
lihat ada tara ,ikbal,miky dan teman-teman yang lain duduk di pos satpam.aku
terus berjalan tanpa melihat sekitar ku.rasa malu ku yang berlebihan membuat ku
kurang peka dengan orang-orang yang ada di sekitar ku.
“apasih,marah-marah
enggak jelas kamu ini.malu bu sama anak.kaya anak kecil aja”ayah
“kamu yang mulai ,udah
tua geh masih aja keganjenan.kamu itu yang harusnya malu”jawab ibu
“agh,terserah
aja.cape saya ngeladenin kamu”ucap ayah lagi
Melihat itu,aku hanya
terdiam aku coba untuk tidak peduli.ku sumpal telinga ku dengan kapas .ku tutup
pintu kamar ku.ku mulai bercerita daam diary ku
“dear allah,,
Keharmonisan keluarga
ini kini mulai retak semua hancur seeiring berjalanya waktu.keluarga yang
tadinya seperti surga bagi ku kini seperti neraka,semua berubah dengan
seketika.aku tak tau apa masalah yang membuat mereka sampai seperti ini yang ku
tau mereka egois tak pernah memikirkan perasaan ku.aku lelah tuhan”
Aku pejamkan mata ini
lahan perlahan..dengan cucuran air mata perih aku tidur,saat itu pula aku
teringat akan putra.
“kenapa kamu kaya
gini si putra,kenapa kamu harus pergi disaat ngerasa sendiri dan sangat-sangat
butuh kamu,enggak mudah buat aku untuk lupain kamu.plesae,jangan siksa aku kaya
gini.aku sakit ,aku sakit saat aku harus terima krenyataan kalo kamu bukan
milkik aku lagi.”
Tiba-tiba suara
terdengr dari balik pintu
“makan lagi kamu
itu,nanti sakit”ucap ayah
Ku usah air mata
itu,semua makan yang ku kunyah teerasa kelu.selesai makan aku tanyakan apa yang
sebenarnya terjadi dengan mereka
“ayah sama ibu kenapa
lah”
“enggak papa,biasa
ibu kamu.cemburu enggak jelas”
“udahlah ngapain
berantem-berantem,udah tua malu sama tetangga”nasihat ku
Setelah bicara seperti itu,aku kembali masuk ke kamar,ku
kerjakan semua tugas sekolah ,mencoba fokus dengan apa yang kukerjakaan saat
ini.
Seperti biasa ,aku
menjadi orang pertama yang ada di kelas.suasna yang masih heninh membuat semua
masalah bercampur di benakku.tanpa aku sengaja air mata itu jatuh.nammun,aku
t6ak ingin menjadi seseorang yang lemah,ku hapus air mata itu.15 menit
pelajaran di mulai teman-teman ku yang lain berdatangan.namun,entah kenapa
tiba-tiba hatiku berdetak,tak biasanya seperti ini,entah hati ini gelisah
menunggu kedatangan siapa.
Dan saat tara
terlihat oleh poandangan mata ku,hati ini semakin berdetak kencang,,aku pun tak
mengerti apa yang sebenarnya terjadi,,tubuh ku bergetrar keringat ku bercucuran
tatkala ia semakin dekat.dan getaran itu semakin kencang saat ia berlalu di
depan ku.
“fer,kertas tadi
mana?disitu ada bahasa ingris gua”tanya ku pada fera
“mana ya tadi..,itu
dibawah meja”
Hatiku berget
saat,tau bahwa yang duduk di depan meja,seseorang selalu membuat aku dag dig
dug ketika pagi hari.ku beranikan untuk mengambil kertas itu,tanpa sengaja tara
pun mengambil kertas yang sama,,dan tak sengaja ia pun memegang kertas yang
sama.namun,ia segera menarik tanganya.getaran itu semakin kencang,dan aku
semakin tak tau apa ini semua?
“lu kena si,dari tadi
senyam senyum aja ,lagi kasmaran ya?”tanya titi
“enggak biasa
aja,lagi seneng aja gua”jawab ku
Untuk saat ini aku
belum berani menceritakaan perasaan yang tengan melanda ku ,karna akku pun tak
tau yang terjadi sebenarnya,biarkan waktu yang menjawab semua.
Tiba-tiba cuaca
mendung,awan hitam mulai keluar,,gerimis pun mulai mengundan.saat itu aku
tengah memandang jauh ke arah lapangan dan disebelah ku ada puri yang terus
memperhatikan aku.
“tau enggak kalo
gerimis itu romantis”kata siha
“kok bisa mbak”
“karna tetesan
pertama nya merupakan harapan baru,,dan
harapan itu akan menjadi doa.”
“lebay sih mbak,tapi
masuk akal sih.pasti lu ngomong kaya gitu,karna itu semua ada hubunganya sama
putra”
Aku hanya
tersenyum,tak ku tampik tudingan itu.ya,saat ini aku memang tengah merasakan
nrindu.namun,entah kenapa rasa rindu kali ini,bukan rasa rindu yang pernah ku
rasakan.
“sampai kapan lu mau
kaya gini terus mbak?.terus larut dalam kesedihan,lu kan pernah janji sama gua
kalo lu mau bangkit.yang suka sama lu tu banyak mbak.dan yang lebih baik dari
dia juga banyak”ucap puri
“gua enggak tau,gua
enggak mau pacarn bukan karna gua masih sayang sama putra,tapi karna hati gua belum
ngijinin untuk ia dimiliki oleh orang lain,,lagian gua juga punya janji sama
sahabat gua.kalo gua baru bakal pacaran jika usia ga udah 20 tahun”
“terserh lu aja mbak”
Sebuah jawaban yang
tak asing ku dengar,,mungkin saat itu mereka menilai ku sebagai seseorang yang
bodoh,karna masih terpaku akan masa lalu.namun,untuk ku sekarang aku tak
menjadikan pacaran sebagai perioritas utama,masih banyak hal yang ku pikirkan
selain pacaran,yaitu pendidikan.
Tiba-tiba dari
belakngan terdengar suara,suara itu tak asing lagi nuntuk ku.dan yang pakling
membuat ku terkejut adalah.topik bahasan mereka “tara”.ternyata sela memiliki
fell kepada tara.
Ternyata,,ledekan
yang sering terlontar dari kawan-kawan sekelas membuat memiliki perasaan kepada
tara.namun,yang semakin hebatnya,tara tau akan perasaan sela
padanya.namun,dengan bersahabat ,tak sedikit pun ia remehkan perasaan sela
pada.justru ketika teman-teman ngebantain mereka tara hanya tersenyum dengan
gaya khasnya “slow “.aku hanya tersenyum melihat itu semua
Untuk melepas rasa
lelah kami ,siha,dera ,titi kami semua duduk di teras kelas.seperti byasa kami
nbecanda.karna panas kami kembali masuk kekelas.saat aku tengah duduk,entah ini
perasaan ku saja atau tidak.tara melihat aku............namun,saat aku menengok
ke belakang justru dia berpura-pura vtidak melihat aku.ini bukan pertama
kalinya dia seperti itu,,ini adalah kesekian kalinya.dia membuat sebuah
pertanyaan di benak ku? (APA YANG KAMU PIKIRKAN TENTANG SAYA).
KU tulis sebuah
status di facebook ku
“setiap deket dia
hati ku selalu bergetar,,bingung mau ngapain.bawaanya pengen diem aja.”
Ternyata status yang
ku buat tadi malam membuah kan kontrofersi.
“cie yang deg-degkan
kalo deket dia”ledek apri
“apaan sih,just stat
doang”aku mencoba mengkelik
“ia,si siha ni.stat
nya”
Aku terkejut saat
mendengar suara itu,suara yang begitu khas.ternyata dugaan ku tak meleset
‘tara’.aku hanya tersenyum mendengar ucapanya.dalam hati aku berkata “andai lu
tau kalo itu buat lu”.ku hitung detik –detik pergantian jam.yah..............ahirnya
my favorite study tiba juga.dan alangkan kecewanya siha karna guru kesayanganya
masuk.namun mereka diberi tugas
“ah,udah ah nyantai
aja.ada yang pakar sosio ini”kata titi
“hahahah,,bener
banget biar ja si yang ngerjain nya”tambah dera
Aku hanya tersenyum,
bagiku itu sama sek
ali bukan beban.ku
kerjakan tugas itu dengan pemikkiran yang terbilang lumayan.tiba-tiba tangan ku
bergetar berhenti menulis,saat tara bertanyan .
“ada tugas apa”
“sosiologi”
“suruh ngapain?’
‘”ngerjain soal”
Dan tara pun duduk disebelah
ku.tuhan,,sungguh hati ku berdetak dengan kencang.perasaan apakah ini ,aku
memang menyadari jika kini aku tengah mengagumi dia.
“tara2,si sela
ngeliatin lu aja tau”ledek dera
“hayo,,tara,cie-cie”lanjut
titi
“awas lo,mili nya
cemburu”kata siha
“cie-cie”ucap dera
dan titi
“bilang aja kalo lu
yang jelas”jawab tara atas ledekan siha
Spontan siha terdiam
mendengar jawaban tara,ia segera berkelik dan tak mau menampakan rasa
jealousnya.
“nah kok ke gua ada2
aja lu ni”hati ku bergetar saat itu,kekaguman inni tak berhenti sampai di sinai
saja.kekaguman ini semakin mengakar.
“sini dulu lu”titi
dan dera menarik siha ke depan teras kelas
“apa sih”jawab ku
“jawab
jujur,sebenernya lu suka enggak sih sama tara.jawab”desak mereka
Sekalipun aku
berbohong mereka akan tau jika aku berbohing,ku tarik nafas ku laha-perlahan,ku
kumpulkan semua keberanian ku.untuk menceritakan apa yang sebenarnya yang saat
ini ku rasakan pada tara.
“Cuma kagum
doang,kalo suka enggak”ucap ku
“cie”ledek dera
“apa yang ngebuat lu
kagum sama dia”tanya titi lagi
“enggak ada alasan
yang spesifik untuk itu,Cuma karna dia orang nya professional,tulus,bisa
ngehargain perasan orang lain dan hal yang paling gua suk adalah “dia apa
adanya”
“cie,jadi udah bida
lupain putra nnie”ledek dera
“lu sendiri,kenapanlu
enggak bisa lupain kak riyan”tanya siha
“enggak tau,susah
buat di paparin.banyak hal yang beharga untuk bisa gua lupain,beda rasanya
deket sama dia ma orang lain.dia itu selalu bikin gua seneng”jelas titi
Itulah hati,tak
pernah salah dalam menilai.sekalipun orang yang kita pilih orang yanag
berengsek sekalipun.aku dapat memahami perasan titi,karna secara langsung aku
pun pernah ada di posisi dia.posisi yang sangat menyakitkan,dimana kenyataan
pahit harus ku telan sendiri.kenyataan yang membuat aku jatuh dalam
“kesedihan”.
Waktu itu,kami libur
sekolah selama satu minggu,aku merasakan satu kerinduan yang mendalam.entah apa
yang membuat akuk mrrindukan “tara”.suaranya yang ‘khas”,tingkahnya yang
“konyol”,atau gayanya yang “slow”entah lah yang ku tau aku merindukanya.Semingu
tak bertemu dia membuat aku tau apa getaran yang terjadui ketika tara di dekat
ku,rasa gelisah apa setiap pagi saat dia datang ke kelas ,dan diam ku selama
ini saat dia di hadapan ku.ternyata semua itu adalah “rasa sayang”.rasa sayang
tak kan pernah dapat ku descripsikan.rasa sayang selalu membuat aku untuk
selaalu ada ketika dia membutukan tempat untuk bercerita danmembutuhkan teman
untuk membagi keluh kesahnya .
“kok jam segini ni
anak belum dateng ya”ucap ku dalam hati
Ku amati satu persatu
orang –orang yang hilir mudik di hadapan ku.namun tak kunjung kelihat.hingga
ahirnya titi datang dan memberi tahu ku bahwa tara sakit
“tara sakit”ujar titi
“sakit apa?”
“sakit tipes..gih
smsn dia,lu tanyain dan kasih perhatian ke dia,,ini itu kesempatan yang
bagus”usu titi
“enggak ah,enggak
berani”
“siha kapan lu mau
beraninya,dan gimana tara mau tau klo lu sayang sama dia.”
“macam siha aja mau
berani,setiap da kesempata enggak mau di manfaatin,klo enggak ada kesempatan
cari-cari cara.biar aja biar keburu di ambil orang baru tau rasa”saut kiki
“ia nya geh ,,bukan
di manfaatin ni anak.ampun gua mah”kata dera.
Ku cerna semua saran
dari sahabt-sahabat ku itu,ku kumpulkan keberanian ku untuk lebih dulu
menghubungi dia.
“kapan sekolah”to the
poin ku
“kalo udah sembuh sie
besok,,sebenarnya udah sembuh Cuma badanya kurang enak aja.mungkin kalo udah
enakan besok masuk”balas tara
“udah ngerjain tugas
sejarah ,geografi sama sosiologi”balas ku lagi
“belum si,yang mana
tugas nya si,enggak tau si”
“mau sekalian
dibantuin enggak”tanya ku lagi
“kalo bisa sih dibantuin,klo bisa mah J”
“dasar.ya udah”
“makasi siha.baik deh
J”jawab
tara lagi
“sama-sama.ya udah
istirahat aja.cepet sembuh ya”
“sip,makasih yaJ”
Ini adalah pertama
kalinya aku berkomunikasi dengan tara melalui ponsel.kehawatiran ku sedikit
terobati.tak sabar aku menunggu hari esok.melihat wajah laki-laki yang ku
sayangi,,ku harap wak tu berjalan dengan
cepat,malam lekas berganti pagi.tak kuasa lagi aku membendung rasa rindu ku
yang semakin membara dalam sanubari ku.
Pagi itu,hati ku
begitu bahagia,,pancaran kebahagian tertaut dalam paras ku,hatiku saat ini
tengah bermekaran.seperti bunga tulip yang bermekatran di musim semi.rasa
sdenang ku tak bisa ku lukiskan denga
tinta apapun,,yang kini ada di hatiku hnya aku ingin segera bertemu dia.
Seperti biasa hati ku
berdetak kala menunggu kedatangan tara,,
Dan waktu nya
tiba,kini wajah yang selalu ku rindukan ini ada di hadapn ku.
“makasih si”ucap tara
“sama-sama”jawab ku
Kini aku tau perasaan
sayang itu semakiberrtambah.namun,disisi lain ada keraguan yang menyelip di
sela-sela hatiku.mungkinkah dia merasakan apa yang ku rasakan.semakin perasaan
ini menjalar semakin banyak pertanyaan pula yang memenjara di kepala ku.mungkin
aku harus tau diri untuk tidak terlalau berharap denganya.
“maen jujuran
yuk”ajak siha
‘yuk”jawab titi
Siha,dera,titi dan
kiki pun memulai permainan mereka.namun,ada yang spesial di permainan kali
ini.ternyata tara duduk di samping kiki dan peranya sebagai motivator.kebetulan
ujung pena itu menunjuk ke arah ku,mau tidak mau aku harus menjawab pertanyan
mereka dengan jujur.
“pilih yang pasti apa
yang enggak pasti”tanya kiki
“apanya,enggak
ngerti”tanya siha lagi
“ia pilih yang pasti
apa yang engagak pasti”
“o,,ah jangan tanya
itu,itu pilihan yang susah”jawab ku
Bagaimana tidak ,aku
harus menjawab pertanyaan yang tak ku tau jawabanya.menentukan 1 diantara 2
pilihan.
“yang enggak pati”
“kenapa”
“enggak tau
kenapaa,gua punya alasan yang enggak bisa gua jelasin,tapi klo deket si yang
enggak pasti ini,gua selalau seneng bawanya tenang,entah kenapa gua juga enggak
tau.tapi klo sama yang pasti gua seneng Cuma enggak se tenang klo dekrt ama
yang enggak pasti.ia yang pasti emang orangnya baik dan ngajarin gua
dewasa.tapai biasa aja gtu”
Tiba-tiba tara berbaur
dalam permainan ini.
“ada apa ini,ada
apa?” tanya tara dengan gaya ingin tau nya
“gini lo,si siha ni
lagi deket sama orang ,tapi dia biyasa aja perasaan nya.tapi siha ni lagi
nungguin some one,yang enggak pernah jelas sampe sekarang”tegas dera
“nah itu gua
bingung,yang udah pasti ini orangnya emang baik.dan angajarin gua buat
dewasa.tapi perasaan nyaman yang gua rasain enggak sama kaya perasaan nyaman
sama yang enggak pasti.”
“sementara yang
enggak pasti ini,gimana”tara menatap siha
“gua enggak tau,dia
kaya jailangkung,enggak jelas.tapi kalo gua deket sama dia gua seneng.entah
kenapa perasaan gua seneng aja”jawab siha
“emang apa yang
ngebuat lu segini sayang nya sama orang yang enggak pasti itu”tanya tara
kembali dengan penuh penasaran
‘gua enggak tau,gua
Cuma bemuin titik nyaman aja sama dia.dia bisa ngehargain perempuan dia
aneh.entah gua enggak pernah tau apa alasanya”
“kata lu yang enggak
pasti itu dewasa orangnya,otomatis dia bisa ngehargain perempuan kenapa lu
enggak coba sama dia”
“bida tar,ketika kita
deket sama orang yang kita sayang sama orang Cuma kita anggap sebagai kakak”
Melihat perbincangan
yang terjadi antara fisha dan tara ,dera,kiki, dan titi hanya terdiam
dantertawa.
“cerita sama orang
yang di tuju”ucap kiki kepada dera sambil berbisk
“ia biyarin aja,yakin
lah seneng tu anak bisa tau apa pendapat orang yang dia sayanag”jawab dera
“ya apa yang ngebuat
lu sayang sayang sama yang enggak pasti ini,lu enggak boleh terlalu sayang sama
dia .lu enggak tau kan sifat jelek nya dia apa” saran tara
“kata siapa? Gua tau
semua tentang kejelekan dia.semua tentang dia.tapi gua bukan tipe orang yang
akan berubah setelah gua tau jelek nya orang yag gua sayang,buat gua kalo gua
udah sayang sama orang mau gua tau kejelekanya dia apapun itu gua akan tetep
sayang sama dia”jawab siha
Tara pun menatap siha
begitu tajam,entah tau atu tidak yang dimaksud siha adalah tara .tapi dia
senang karna dia telah mampu menatap mata tara.
“ck ck ck,bener-bener
aneh cinta lu ni,cinta buta.jangan lu di pelet lagi matu orang”ucap tara
Siha hanya terdiam,ia
tak peduli dengan semuanya yang ia tau ia hanya menyayangi tara meski entah
kapan tara tau apa yang sebenarnya siha rasakan.perasaan yang telah lama musnah
yang semua ini,sekalipun jika nanti rasa
sayang ini tak terbalas,ia telah siap.untuk sekarang ia hanya berfikir
bagaimana supaya ia selalu ada untuk menjadi sahabat terbaik untuk “tara”.
Mungkin ini adalah
hari terindah yang pernah ku lalui,,akun tak pernah berharap tara menjadi
tambatan di hati ku,aku hanya ingin tara dapat merasakan apa yang ku
rasakan.dan akau ingin tara juga mengatakan jika dia menyayangi akau sama
seperti aku menyayangi dia.
Aku senang ketika dai
menanyakan pendapat ku tetang bagaimana gaya rambut yang cocok untuk nya.karna
itu adalah pertama kalinya dia meminta pendapat ku.mungkin orang menganggap ini
lebay atu masalah sepele.namun,tidak bagiku aku tak kan pernah menyepelekan
apapun yang berkaitan dengan tara.dan hal yang lebih memebuat akau
bahagia.hingga saat ini setelah aku menjelaskan gaya rambut yang cocok untuk
nya.ia tak pernah mengganti gaya rambut itu.
Pagi ini aku berharap
akan ada hal istimewa yang akan terjadi.
Benar semua berawal
dari keisengan semata namun, akau tak menyangka jika ke isengan inni akan
berlanjut dan membuat jarak antara aku dan tara.aku memanng tak sedekat dera
,titi dan teman yang lainya dengan tara.namun,sekarang terasa beda aku tak tau
jarak itu ada karna dia merasa tak enak padaku atau aad sebsb lainyaa,ataukah
telah ada wanita yang beruntung yang kini menjadi pelipur lara dalam hatinya.
Kini aku bingung
harus bagaimana menyikapi permasalahan ini, kelasi teman-teman satu menanyakan
apakan kami ad ubungan istimewa.
Aku ataupu tara telah
menjelaskan secara detail bahwa tak ada apa2 diantara kami.namun,mereka tak
puas akan jawaban kami mereka terus m,endesak akau dan tara untuk mengaku.aku
bingung harus menyikapinya dengan bagaimana .yang kini menjadi pemikiran dealam
benaku bukan perkataan atau pun desakan teman-teman.namun,timbul suatu
ketakutan dalam benaku,jika tara akan membenci ku dan mengangap bahwa aku lah
yang membuat isu tak sedap itu.
Sungguh ingin rasanya
aku bicara untuk mem,beri penjelasan padanya .namu,lagi-lagi rasa ego dan ciut
nya keberanian ku.membuat akau tak mampu melakukan apa-apa.kini aku hanya bisa berdoa semoga permasalahn yang menciptakan
jurang pemisah antara kami akan hilang.
Karna aku tak ingin
,permasalahn yangembelit kami dan melibatkan banyak pihak ini akan menimbulkan
masalkah barau yaitu “kebencian” dalam hati ku
sorry ini belum selesai, penulisnya nggak mau lanjutin :D
