Jumat, 11 Oktober 2013

PERIKECIL DIAKHIR PENANTIAN
By : Siti Zulaiha

WAKTU itu ,suasana pagi sangat cerah.semua burung berkicau riang,awan putih terbentang dilangit,kendaraan hilir mudik begitu ramai.

Ini adalah hari pertama ku masuk sekolah,setelah liburan masuk kelas selama 1 bulan.hari ini aku harus bisa move on,bangkit dari keterpurukan ku akan luka masa lalu,,dan lepas dari bayang seorang putra yang dulu pernah menggoreskan luka pada hatiku.
Kuamati keadaan kelas,ku bingung menetukan tempat duduk,namun akirnya aku memutuskan untuk duduk di nomor 2 dekat jendela.
Hah ternyata aku sekelas lagi dengan dera,dan titi.
“hah,sekelas lagi sama siha,bosen gua”ujar dera
“ia sama kmorang dua lagi,bosen”saut titi
“emang gua enggak”jawab ku
awal sekolah yang asyik meski belum begitu akrab .namun,semua berusaha menyesuaikan.kami belum aktif belajar karna jenuh aku menyegerakan pulang ke rumah.
Jenuh yang ku rasakan ,imajiku dikembalikan pada memory yang menyakitkan,,ku coba tidak untuk meneteskan air mata,dan itu berasil.
Setelah shalat magrib ku buka jendela kamar ku,dibawah sinar bulan,ku hitung bintang yang bertaburan di langit.lagi –lagi semua kenangan  bersama putra terngiang tanpa penawar.sekeras mungki ku tahan aisar mata ini.ya.... aku bisa.masih teringat jelas ketika kami menhhitung bintang bersama dan dia berkata “kamu tau enggak istimewanya bintang itu apa”
Ku jawab dengan senyum ku”enggak tau,mungkin karna dia indah”
“ea itu bener,tapi ada alasan lain ,karna bintang tu istimewa meskipun dia jauh tapi dia mampu membuat hati seseorang tenang ketika ia gundah.sama kaya kmu,kamu bukan hanya indah tapi kamu mampu membuat hidup ku berarti ,dan aku  mau kamu akan selalu jadi bintang dalam hati aku”ucap putra dengan menatap mata ku dengan tatapan yang begitu hangat,ia genggam tangan ku dengan penuh kelembutan.
Namun itu dulu,saat kami masih bersama.tapi kini semua hanya sekedar lembaran novel yang telah ku bacanovel yang dan ku ingin membaca novel yang baru.
“tidur lagi,udah malem besok mau sekola”ucap ayah ku.


Ketika aku terbangun,ku lihat ponsel ku berharap ada pesan dari putra,ternyata harapan ku pupus
“astaga,lupa gua.guakan udah putus sama putra”
Begitulah aku menjalani hari dengan bayangan putra,aku telah terbiasa dengan putra ,terbisa dengan kasih sayangnya,perhatianya dan sifatnya yng selalu memanjakan ku.
Kini aku harus mulai terbiasa dengan ceritaq ku yang baru,di mana tak ada tentang putra di setiap lembaranya “just alone no problem”.
Ini adalah hari pertama kami belajar,seru aku bertemu denganngan  berbagai jenis individu dengan berbagai jenis karakter pula.mungkin untuk sekarang ini aku belum dapat menyesuaikan diri dengasn teman-teman yang baru,namun lahan-perlahan ku pasti akan dapat menyesuaikanya.
2 bulan berlalu|
kini kami mulai akrab satu sama lain.seru itulah yang kurasakan,aku merasakan suatu keseruan yang tak pernah kurasakan ketika aku duduk di kelas satu.
Waktu itu,aku dan puri ingiin keluar untuk beristirahat ,tiba-tiba saat aku ingin keluar tara ingin masuk .
“maaf”kata tara
Tanpa ku jawab ,aku langsung pergi.waktu itu aku tak seberapa dekat denganya,selain karna aku pemalu dan susah untuk bergaul ,tara juga terbilang cowok yang cuek.jadi membuat kami tak mengetahui nsatu sama lain.
“mbak,tadi malem kiki nelpon gua udah itu dia bangunin gua”ucap puri
“o,lu suka enggak sih sama dia sebenarnya,”
“enggak tau,gua ngersa nyaman aja kalo deket dia.entah kenapa.padahal gua ni udah punya cowok.semoga aja dia enggak suka sama gua dan jangan sampai dia nembak gua”
“terserah lu aja,apapun yang trbaik menurut lu gua dukung”usul ku
Kami pun kembali ke kelas.waktu itu suasana agak panas.kami pun memulai pelajaran bu ara,memulainya dengan mengabsen terlebih dahulu.
“bunda ini orangnya cemburuan,jadi bunda enggak suka jika sedang pelajaran bunda ada yang melihat ke arah yang lain,karna bunda bpaling tidak suka jika perhatianya terbagi.oke”kami hanya tertawa mendengar gugyonan bunda yang mengandung makna tersebut.
Setelah bunda selesai menjelaskan bunda pun mengadakan tes,kebetulan saat itu giliran aku dan puri.entah apa sebabnya dengan spontan aku melihat ke belakang dan tersenyum kepada tara dan tara pun kembali tersenyum kepadaku.itu adalah kali pertamanya aku tersenyum denganya.
Bel pun berbunyi,kami pun pulang.aku  jalan dengam mita.ku lihat ada tara ,ikbal,miky dan teman-teman yang lain duduk di pos satpam.aku terus berjalan tanpa melihat sekitar ku.rasa malu ku yang berlebihan membuat ku kurang peka dengan orang-orang yang ada di sekitar ku.
“apasih,marah-marah enggak jelas kamu ini.malu bu sama anak.kaya anak kecil aja”ayah
“kamu yang mulai ,udah tua geh masih aja keganjenan.kamu itu yang harusnya malu”jawab ibu
“agh,terserah aja.cape saya ngeladenin kamu”ucap ayah lagi
Melihat itu,aku hanya terdiam aku coba untuk tidak peduli.ku sumpal telinga ku dengan kapas .ku tutup pintu kamar ku.ku mulai bercerita daam diary ku
“dear allah,,
Keharmonisan keluarga ini kini mulai retak semua hancur seeiring berjalanya waktu.keluarga yang tadinya seperti surga bagi ku kini seperti neraka,semua berubah dengan seketika.aku tak tau apa masalah yang membuat mereka sampai seperti ini yang ku tau mereka egois tak pernah memikirkan perasaan ku.aku lelah tuhan”
Aku pejamkan mata ini lahan perlahan..dengan cucuran air mata perih aku tidur,saat itu pula aku teringat akan putra.
“kenapa kamu kaya gini si putra,kenapa kamu harus pergi disaat ngerasa sendiri dan sangat-sangat butuh kamu,enggak mudah buat aku untuk lupain kamu.plesae,jangan siksa aku kaya gini.aku sakit ,aku sakit saat aku harus terima krenyataan kalo kamu bukan milkik aku lagi.”
Tiba-tiba suara terdengr dari balik pintu
“makan lagi kamu itu,nanti sakit”ucap ayah
Ku usah air mata itu,semua makan yang ku kunyah teerasa kelu.selesai makan aku tanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka
“ayah sama ibu kenapa lah”
“enggak papa,biasa ibu kamu.cemburu enggak jelas”
“udahlah ngapain berantem-berantem,udah tua malu sama tetangga”nasihat ku
Setelah bicara  seperti itu,aku kembali masuk ke kamar,ku kerjakan semua tugas sekolah ,mencoba fokus dengan apa yang kukerjakaan saat ini.

Seperti biasa ,aku menjadi orang pertama yang ada di kelas.suasna yang masih heninh membuat semua masalah bercampur di benakku.tanpa aku sengaja air mata itu jatuh.nammun,aku t6ak ingin menjadi seseorang yang lemah,ku hapus air mata itu.15 menit pelajaran di mulai teman-teman ku yang lain berdatangan.namun,entah kenapa tiba-tiba hatiku berdetak,tak biasanya seperti ini,entah hati ini gelisah menunggu kedatangan siapa.
Dan saat tara terlihat oleh poandangan mata ku,hati ini semakin berdetak kencang,,aku pun tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi,,tubuh ku bergetrar keringat ku bercucuran tatkala ia semakin dekat.dan getaran itu semakin kencang saat ia berlalu di depan ku.
“fer,kertas tadi mana?disitu ada bahasa ingris gua”tanya ku pada fera
“mana ya tadi..,itu dibawah  meja”
Hatiku berget saat,tau bahwa yang duduk di depan meja,seseorang selalu membuat aku dag dig dug ketika pagi hari.ku beranikan untuk mengambil kertas itu,tanpa sengaja tara pun mengambil kertas yang sama,,dan tak sengaja ia pun memegang kertas yang sama.namun,ia segera menarik tanganya.getaran itu semakin kencang,dan aku semakin tak tau apa ini semua?
“lu kena si,dari tadi senyam senyum aja ,lagi kasmaran ya?”tanya titi
“enggak biasa aja,lagi seneng aja gua”jawab ku
Untuk saat ini aku belum berani menceritakaan perasaan yang tengan melanda ku ,karna akku pun tak tau yang terjadi sebenarnya,biarkan waktu yang menjawab semua.
Tiba-tiba cuaca mendung,awan hitam mulai keluar,,gerimis pun mulai mengundan.saat itu aku tengah memandang jauh ke arah lapangan dan disebelah ku ada puri yang terus memperhatikan aku.
“tau enggak kalo gerimis itu romantis”kata siha
“kok bisa mbak”
“karna tetesan pertama nya merupakan harapan baru,,dan harapan itu akan menjadi doa.”
“lebay sih mbak,tapi masuk akal sih.pasti lu ngomong kaya gitu,karna itu semua ada hubunganya sama putra”
Aku hanya tersenyum,tak ku tampik tudingan itu.ya,saat ini aku memang tengah merasakan nrindu.namun,entah kenapa rasa rindu kali ini,bukan rasa rindu yang pernah ku rasakan.
“sampai kapan lu mau kaya gini terus mbak?.terus larut dalam kesedihan,lu kan pernah janji sama gua kalo lu mau bangkit.yang suka sama lu tu banyak mbak.dan yang lebih baik dari dia juga banyak”ucap puri
“gua enggak tau,gua enggak mau pacarn bukan karna gua masih sayang sama putra,tapi karna hati gua belum ngijinin untuk ia dimiliki oleh orang lain,,lagian gua juga punya janji sama sahabat gua.kalo gua baru bakal pacaran jika usia ga udah 20 tahun”
“terserh lu aja mbak”
Sebuah jawaban yang tak asing ku dengar,,mungkin saat itu mereka menilai ku sebagai seseorang yang bodoh,karna masih terpaku akan masa lalu.namun,untuk ku sekarang aku tak menjadikan pacaran sebagai perioritas utama,masih banyak hal yang ku pikirkan selain pacaran,yaitu pendidikan.
Tiba-tiba dari belakngan terdengar suara,suara itu tak asing lagi nuntuk ku.dan yang pakling membuat ku terkejut adalah.topik bahasan mereka “tara”.ternyata sela memiliki fell kepada tara.
Ternyata,,ledekan yang sering terlontar dari kawan-kawan sekelas membuat memiliki perasaan kepada tara.namun,yang semakin hebatnya,tara tau akan perasaan sela padanya.namun,dengan bersahabat ,tak sedikit pun ia remehkan perasaan sela pada.justru ketika teman-teman ngebantain mereka tara hanya tersenyum dengan gaya khasnya “slow “.aku hanya tersenyum melihat itu semua
Untuk melepas rasa lelah kami ,siha,dera ,titi kami semua duduk di teras kelas.seperti byasa kami nbecanda.karna panas kami kembali masuk kekelas.saat aku tengah duduk,entah ini perasaan ku saja atau tidak.tara melihat aku............namun,saat aku menengok ke belakang justru dia berpura-pura vtidak melihat aku.ini bukan pertama kalinya dia seperti itu,,ini adalah kesekian kalinya.dia membuat sebuah pertanyaan di benak ku? (APA YANG KAMU PIKIRKAN TENTANG SAYA).
KU tulis sebuah status di facebook ku
“setiap deket dia hati ku selalu bergetar,,bingung mau ngapain.bawaanya pengen diem aja.”
Ternyata status yang ku buat tadi malam membuah kan kontrofersi.
“cie yang deg-degkan kalo deket dia”ledek apri
“apaan sih,just stat doang”aku mencoba mengkelik
“ia,si siha ni.stat nya”
Aku terkejut saat mendengar suara itu,suara yang begitu khas.ternyata dugaan ku tak meleset ‘tara’.aku hanya tersenyum mendengar ucapanya.dalam hati aku berkata “andai lu tau kalo itu buat lu”.ku hitung detik –detik pergantian jam.yah..............ahirnya my favorite study tiba juga.dan alangkan kecewanya siha karna guru kesayanganya masuk.namun mereka diberi tugas
“ah,udah ah nyantai aja.ada yang pakar sosio ini”kata titi
“hahahah,,bener banget biar ja si yang ngerjain nya”tambah dera
Aku hanya tersenyum, bagiku itu sama sek
ali bukan beban.ku kerjakan tugas itu dengan pemikkiran yang terbilang lumayan.tiba-tiba tangan ku bergetar berhenti menulis,saat tara bertanyan .
“ada tugas apa”
“sosiologi”
“suruh ngapain?’
‘”ngerjain soal”
Dan tara pun duduk disebelah ku.tuhan,,sungguh hati ku berdetak dengan kencang.perasaan apakah ini ,aku memang menyadari jika kini aku tengah mengagumi dia.
“tara2,si sela ngeliatin lu aja tau”ledek dera
“hayo,,tara,cie-cie”lanjut titi
“awas lo,mili nya cemburu”kata siha
“cie-cie”ucap dera dan titi
“bilang aja kalo lu yang jelas”jawab tara atas ledekan siha
Spontan siha terdiam mendengar jawaban tara,ia segera berkelik dan tak mau menampakan rasa jealousnya.
“nah kok ke gua ada2 aja lu ni”hati ku bergetar saat itu,kekaguman inni tak berhenti sampai di sinai saja.kekaguman ini semakin mengakar.
“sini dulu lu”titi dan dera menarik siha ke depan teras kelas
“apa sih”jawab ku
“jawab jujur,sebenernya lu suka enggak sih sama tara.jawab”desak mereka
Sekalipun aku berbohong mereka akan tau jika aku berbohing,ku tarik nafas ku laha-perlahan,ku kumpulkan semua keberanian ku.untuk menceritakan apa yang sebenarnya yang saat ini ku rasakan pada tara.
“Cuma kagum doang,kalo suka enggak”ucap ku
“cie”ledek dera
“apa yang ngebuat lu kagum sama dia”tanya titi lagi
“enggak ada alasan yang spesifik untuk itu,Cuma karna dia orang nya professional,tulus,bisa ngehargain perasan orang lain dan hal yang paling gua suk adalah “dia apa adanya”
“cie,jadi udah bida lupain putra nnie”ledek dera
“lu sendiri,kenapanlu enggak bisa lupain kak riyan”tanya siha
“enggak tau,susah buat di paparin.banyak hal yang beharga untuk bisa gua lupain,beda rasanya deket sama dia ma orang lain.dia itu selalu bikin gua seneng”jelas titi
Itulah hati,tak pernah salah dalam menilai.sekalipun orang yang kita pilih orang yanag berengsek sekalipun.aku dapat memahami perasan titi,karna secara langsung aku pun pernah ada di posisi dia.posisi yang sangat menyakitkan,dimana kenyataan pahit harus ku telan sendiri.kenyataan yang membuat aku jatuh dalam “kesedihan”.
Waktu itu,kami libur sekolah selama satu minggu,aku merasakan satu kerinduan yang mendalam.entah apa yang membuat akuk mrrindukan “tara”.suaranya yang ‘khas”,tingkahnya yang “konyol”,atau gayanya yang “slow”entah lah yang ku tau aku merindukanya.Semingu tak bertemu dia membuat aku tau apa getaran yang terjadui ketika tara di dekat ku,rasa gelisah apa setiap pagi saat dia datang ke kelas ,dan diam ku selama ini saat dia di hadapan ku.ternyata semua itu adalah “rasa sayang”.rasa sayang tak kan pernah dapat ku descripsikan.rasa sayang selalu membuat aku untuk selaalu ada ketika dia membutukan tempat untuk bercerita danmembutuhkan teman untuk membagi keluh kesahnya .
“kok jam segini ni anak belum dateng ya”ucap ku dalam hati
Ku amati satu persatu orang –orang yang hilir mudik di hadapan ku.namun tak kunjung kelihat.hingga ahirnya titi datang dan memberi tahu ku bahwa tara sakit
“tara sakit”ujar titi
“sakit apa?”
“sakit tipes..gih smsn dia,lu tanyain dan kasih perhatian ke dia,,ini itu kesempatan yang bagus”usu titi
“enggak ah,enggak berani”
“siha kapan lu mau beraninya,dan gimana tara mau tau klo lu sayang sama dia.”
“macam siha aja mau berani,setiap da kesempata enggak mau di manfaatin,klo enggak ada kesempatan cari-cari cara.biar aja biar keburu di ambil orang baru tau rasa”saut kiki
“ia nya geh ,,bukan di manfaatin ni anak.ampun gua mah”kata dera.
Ku cerna semua saran dari sahabt-sahabat ku itu,ku kumpulkan keberanian ku untuk lebih dulu menghubungi dia.
“kapan sekolah”to the poin ku
“kalo udah sembuh sie besok,,sebenarnya udah sembuh Cuma badanya kurang enak aja.mungkin kalo udah enakan besok masuk”balas tara
“udah ngerjain tugas sejarah ,geografi sama sosiologi”balas ku lagi
“belum si,yang mana tugas nya si,enggak tau si”
“mau sekalian dibantuin enggak”tanya ku lagi
“kalo bisa sih dibantuin,klo bisa mah J”                                
“dasar.ya udah”
“makasi siha.baik deh J”jawab tara lagi
“sama-sama.ya udah istirahat aja.cepet sembuh ya”
“sip,makasih yaJ”
Ini adalah pertama kalinya aku berkomunikasi dengan tara melalui ponsel.kehawatiran ku sedikit terobati.tak sabar aku menunggu hari esok.melihat wajah laki-laki yang ku sayangi,,ku harap  wak tu berjalan dengan cepat,malam lekas berganti pagi.tak kuasa lagi aku membendung rasa rindu ku yang semakin membara dalam sanubari ku.
Pagi itu,hati ku begitu bahagia,,pancaran kebahagian tertaut dalam paras ku,hatiku saat ini tengah bermekaran.seperti bunga tulip yang bermekatran di musim semi.rasa sdenang ku tak  bisa ku lukiskan denga tinta apapun,,yang kini ada di hatiku hnya aku ingin segera bertemu dia.
Seperti biasa hati ku berdetak kala menunggu kedatangan tara,,
Dan waktu nya tiba,kini wajah yang selalu ku rindukan ini ada di hadapn ku.
“makasih si”ucap tara
“sama-sama”jawab ku
Kini aku tau perasaan sayang itu semakiberrtambah.namun,disisi lain ada keraguan yang menyelip di sela-sela hatiku.mungkinkah dia merasakan apa yang ku rasakan.semakin perasaan ini menjalar semakin banyak pertanyaan pula yang memenjara di kepala ku.mungkin aku harus tau diri untuk tidak terlalau berharap denganya.
“maen jujuran yuk”ajak siha
‘yuk”jawab titi
Siha,dera,titi dan kiki pun memulai permainan mereka.namun,ada yang spesial di permainan kali ini.ternyata tara duduk di samping kiki dan peranya sebagai motivator.kebetulan ujung pena itu menunjuk ke arah ku,mau tidak mau aku harus menjawab pertanyan mereka dengan jujur.
“pilih yang pasti apa yang enggak pasti”tanya kiki
“apanya,enggak ngerti”tanya siha lagi
“ia pilih yang pasti apa yang engagak pasti”
“o,,ah jangan tanya itu,itu pilihan yang susah”jawab ku
Bagaimana tidak ,aku harus menjawab pertanyaan yang tak ku tau jawabanya.menentukan 1 diantara 2 pilihan.
“yang enggak pati”
“kenapa”
“enggak tau kenapaa,gua punya alasan yang enggak bisa gua jelasin,tapi klo deket si yang enggak pasti ini,gua selalau seneng bawanya tenang,entah kenapa gua juga enggak tau.tapi klo sama yang pasti gua seneng Cuma enggak se tenang klo dekrt ama yang enggak pasti.ia yang pasti emang orangnya baik dan ngajarin gua dewasa.tapai biasa aja gtu”
Tiba-tiba tara berbaur dalam permainan ini.
“ada apa ini,ada apa?” tanya tara dengan gaya ingin tau nya
“gini lo,si siha ni lagi deket sama orang ,tapi dia biyasa aja perasaan nya.tapi siha ni lagi nungguin some one,yang enggak pernah jelas sampe sekarang”tegas dera

“nah itu gua bingung,yang udah pasti ini orangnya emang baik.dan angajarin gua buat dewasa.tapi perasaan nyaman yang gua rasain enggak sama kaya perasaan nyaman sama yang enggak pasti.”
“sementara yang enggak pasti ini,gimana”tara menatap siha
“gua enggak tau,dia kaya jailangkung,enggak jelas.tapi kalo gua deket sama dia gua seneng.entah kenapa perasaan gua seneng aja”jawab siha
“emang apa yang ngebuat lu segini sayang nya sama orang yang enggak pasti itu”tanya tara kembali dengan penuh penasaran
‘gua enggak tau,gua Cuma bemuin titik nyaman aja sama dia.dia bisa ngehargain perempuan dia aneh.entah gua enggak pernah tau apa alasanya”
“kata lu yang enggak pasti itu dewasa orangnya,otomatis dia bisa ngehargain perempuan kenapa lu enggak coba sama dia”
“bida tar,ketika kita deket sama orang yang kita sayang sama orang Cuma kita anggap sebagai kakak”
Melihat perbincangan yang terjadi antara fisha dan tara ,dera,kiki, dan titi hanya terdiam dantertawa.
“cerita sama orang yang di tuju”ucap kiki kepada dera sambil berbisk
“ia biyarin aja,yakin lah seneng tu anak bisa tau apa pendapat orang yang dia sayanag”jawab dera
“ya apa yang ngebuat lu sayang sayang sama yang enggak pasti ini,lu enggak boleh terlalu sayang sama dia .lu enggak tau kan sifat jelek nya dia apa” saran tara
“kata siapa? Gua tau semua tentang kejelekan dia.semua tentang dia.tapi gua bukan tipe orang yang akan berubah setelah gua tau jelek nya orang yag gua sayang,buat gua kalo gua udah sayang sama orang mau gua tau kejelekanya dia apapun itu gua akan tetep sayang sama dia”jawab siha
Tara pun menatap siha begitu tajam,entah tau atu tidak yang dimaksud siha adalah tara .tapi dia senang karna dia telah mampu menatap mata tara.
“ck ck ck,bener-bener aneh cinta lu ni,cinta buta.jangan lu di pelet lagi matu orang”ucap tara
Siha hanya terdiam,ia tak peduli dengan semuanya yang ia tau ia hanya menyayangi tara meski entah kapan tara tau apa yang sebenarnya siha rasakan.perasaan yang telah lama musnah yang  semua ini,sekalipun jika nanti rasa sayang ini tak terbalas,ia telah siap.untuk sekarang ia hanya berfikir bagaimana supaya ia selalu ada untuk menjadi sahabat terbaik untuk “tara”.
Mungkin ini adalah hari terindah yang pernah ku lalui,,akun tak pernah berharap tara menjadi tambatan di hati ku,aku hanya ingin tara dapat merasakan apa yang ku rasakan.dan akau ingin tara juga mengatakan jika dia menyayangi akau sama seperti aku menyayangi dia.

Aku senang ketika dai menanyakan pendapat ku tetang bagaimana gaya rambut yang cocok untuk nya.karna itu adalah pertama kalinya dia meminta pendapat ku.mungkin orang menganggap ini lebay atu masalah sepele.namun,tidak bagiku aku tak kan pernah menyepelekan apapun yang berkaitan dengan tara.dan hal yang lebih memebuat akau bahagia.hingga saat ini setelah aku menjelaskan gaya rambut yang cocok untuk nya.ia tak pernah mengganti gaya rambut itu.
Pagi ini aku berharap akan ada hal istimewa yang akan terjadi.
Benar semua berawal dari keisengan semata namun, akau tak menyangka jika ke isengan inni akan berlanjut dan membuat jarak antara aku dan tara.aku memanng tak sedekat dera ,titi dan teman yang lainya dengan tara.namun,sekarang terasa beda aku tak tau jarak itu ada karna dia merasa tak enak padaku atau aad sebsb lainyaa,ataukah telah ada wanita yang beruntung yang kini menjadi pelipur lara dalam hatinya.
Kini aku bingung harus bagaimana menyikapi permasalahan ini, kelasi teman-teman satu menanyakan apakan kami ad ubungan istimewa.
Aku ataupu tara telah menjelaskan secara detail bahwa tak ada apa2 diantara kami.namun,mereka tak puas akan jawaban kami mereka terus m,endesak akau dan tara untuk mengaku.aku bingung harus menyikapinya dengan bagaimana .yang kini menjadi pemikiran dealam benaku bukan perkataan atau pun desakan teman-teman.namun,timbul suatu ketakutan dalam benaku,jika tara akan membenci ku dan mengangap bahwa aku lah yang membuat isu tak sedap itu.
Sungguh ingin rasanya aku bicara untuk mem,beri penjelasan padanya .namu,lagi-lagi rasa ego dan ciut nya keberanian ku.membuat akau tak mampu melakukan apa-apa.kini aku hanya bisa  berdoa semoga permasalahn yang menciptakan jurang pemisah antara kami akan hilang.
Karna aku tak ingin ,permasalahn yangembelit kami dan melibatkan banyak pihak ini akan menimbulkan masalkah barau yaitu “kebencian” dalam hati ku


sorry ini belum selesai, penulisnya nggak mau lanjutin :D